OKH UIN SAIZU

Tim OKH UIN Saizu Bekali PPPK Baru dengan Disiplin Kerja dan Digitalisasi Layanan.

PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun 2024. Kegiatan ini bertempat di Hall Perpustakaan dan diikuti oleh 50 orang PPPK yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus.

Pelaksanaan orientasi ini dikoordinasikan langsung oleh Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) UIN Saizu. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan komprehensif terkait sistem kepegawaian, serta pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, forum ini menjadi sarana penting untuk mengenalkan ekosistem digital kepegawaian yang diterapkan di UIN Saizu.

Pondasi Awal dan Peran Strategis ASN

Ketua Tim OKH, Astuti Istikaroh, memimpin langsung jalannya acara mulai dari pembukaan hingga sesi diskusi. Dalam arahannya, Astuti menekankan bahwa orientasi ini adalah fondasi krusial bagi para PPPK sebelum menjalankan tugas secara penuh.

“PPPK memiliki peran strategis sebagai bagian dari ASN yang turut mendukung kinerja institusi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi, disiplin kerja, serta sistem administrasi kepegawaian menjadi aspek yang sangat penting untuk dikuasai sejak awal,” tegas Astuti.

Ia juga menginformasikan bahwa para peserta nantinya akan mengikuti pelatihan lanjutan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Balai Diklat Semarang. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian tersebut hingga dinyatakan lulus.

Pemahaman Hak, Kewajiban, dan Digitalisasi Layanan

Sesi materi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Kholil Arkham memaparkan materi mengenai hak keuangan dan perlindungan ASN. Ia menjelaskan rincian gaji, tunjangan, hak cuti, pengembangan kompetensi, hingga penghargaan. Di sisi lain, ia juga menegaskan kewajiban ASN terkait pengaturan jam kerja serta mekanisme sanksi disiplin yang berlaku.

Terkait transformasi digital, Vanndam Harjanu memperkenalkan sistem informasi internal, yakni Me-Up dan SIM-OKH.

Prosedur Presensi: Penjelasan teknis pengisian kehadiran dan Laporan Capaian Kinerja Harian (LCKH).

Layanan Daring: Tata cara absensi saat cuti atau dinas luar serta pengenalan fitur SIM-OKH versi terbaru.

Efektivitas: Tim OKH terus mendorong digitalisasi agar pengajuan administrasi kepegawaian dapat dilakukan secara daring, cepat, dan efektif.

Integrasi Sistem Nasional

Materi pamungkas berfokus pada sistem kepegawaian nasional. Ipung Nurdianto memaparkan penggunaan SIMPEG 5 (SIMSDM Kementerian Agama) dan aplikasi PUSAKA versi 3. Sementara itu, Silahul Muthmainnah memandu peserta dalam sesi praktik langsung. Peserta diajak mengakses MyASN dan melakukan simulasi pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) melalui aplikasi e-Kinerja.

Melalui Orientasi PPPK Tahap II ini, UIN Saizu Purwokerto berharap seluruh pegawai baru dapat segera beradaptasi dengan tata kelola berbasis digital, memahami sistem kerja secara menyeluruh, serta siap berkontribusi profesional demi peningkatan kinerja dan pelayanan institusi.

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *